Puisi

Sketsa Di Negeri Cahaya

The Day After, 1894-95 by Edvard Munch | Sumber: edvardmunch.org
Sketsa

Wujudmu lebih mendekati sketsa pohon akasia
Garis-garis kabur di buram kaca
Cahaya langit menggenang tak berbatas warna
Separuh malam dan bintang-bintang tertanam
Berlumut di laut fikiranku, mungkin rahasia ini hadir
Bagai cermin musim dingin, bagi engkau yang lewat
Dan tak mengerti ucapan angin

2002

Tuhan

Tuhan tak pernah sambil mabuk memberkahi bahasa adil
Tuhan telah memberi nyanyian sederhana bagi jiwamu
Ruang-ruang untuk kau pilih sebagai istana air, mawar
Yang bening keteduhan pohon-pohon hijau milik kita sendiri
Tuhan telah memberi syair yang sempurna bagi sehelai daun
Bagi sebutir pasir, kepasrahan suara yang merekam hujan
Melepas mata air yang mengaburkan
Diri di matamu saat mengharap ledakan baru
Tuhan telah memberi irama sederhana untukmu
Bagi hakikat sepi malam yang patahkan waktu

2002

Di Negeri Cahaya

Cahaya lilin sahabatku yang paling nekat
Yang menghanguskan pandanagn sorga, keheningan
Pintu dan jendela, mungkin telah kuanut keyakinan
Malam yang mirip dongeng pada keruncingan matamu
Suara tanah yang digali, suara air yang tertuang
Suara harmonika yang sepi di ladang-ladang tua
Semua berlalu entah milik siapa

2002

Untuk Puisi

Lupakanlah pertanyaanmu
Tentang sebuah penjara itu
Aku gila karena aku
Tak pernah mengharap apa-apa
Diri sekeping hidup
Telah kututup segala yang tiada
Juga cerita-cerita dan rahasia

Semua telah berlalu membatu
Aku telah menceraikan tubuhku
Dan hidupku bagimu

Lupakanlah pertanyaanmu
Dan percayalah pada langkahmu

2006

To Top