Puisi

Kisah Kemurungan Adam

Woman, Old Man and Flower. Max Ernst |max-ernst.com
Kisah Kemurungan Adam

Bagian Pertama

Silsilah kemurungan dunia
Bermula
Ketika Adam takjub
Menyaksikan segala yang ia namai
Lantas menjadi miliknya—
Sejak itu
Anak turunnya sulit berlaku adil
Berbagi di dunia baru
Setelah jatuh dari firdaus

Di firdaus
Tetes keringat bukan mata uang
Untuk mendapatkan lebih
Daging domba dan butir garam—
Hidup cukup mengikuti
Lingkaran tahun
Bersikap setia
Pada ladang dan perburuan
Membagi hasil kerja semusim
Dengan kerabat dan ternak
Serta Penguasa
Jagad kecil seluas rasa syukur

Hidup dengan mengalami
Lebih murni
Daripada hidup dengan memikirkan—
Menangkap segalanya
Setiap kali menyaksikan sesuatu
Diri tak tersendiri dari alam
Merasa satu kerabat
Dengan tumbuhan dan binatang

Demikianlah
Pada masa cahaya bintang
Belum disalin ke dalam bahasa
Ilmu dan puisi belum membanjiri dunia
Cukup mengikuti hukum alam
Manusia bisa menjadi bijak dan bahagia
Sebagaimana burung terbang
Dan ikan berenang

To Top