Buku

Jerit Tangis dari Chernobyl

Svetlana Alexievich

Setelah tahun 2014 panitia Nobel untuk bidang sastra resmi mengumumkan Patrick Modiano sebagai peraih hadiah sastra paling bergengsi di jagat raya. Selang setahun kemudian seorang perempuan asal Belarus bernama Svetlana Alexievich berhasil menyabet hadiah nobel sastra untuk tahun 2015 dengan sebuah buku non-fiksinya yang berjudul “Voices from Chernobyl”, sebuah laporan jurnalistik mengenai dampak dari ledakan reaktor nuklir yang dikenal pula sebagai salah satu kecelakaan industri paling terkenal sepanjang masa. Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tahun 1986 ini diceritakan kembali oleh Alexievich dalam bukunya tersebut, dimana ia menginterview lebih dari 500 orang yang menjadi saksi mata akan bencana tersebut. Diantaranya para informan tersebut memiliki profesi sebagai petugas kebakaran, likuidator, politisi, dokter, ahli fisika, dan rakyat biasa yang menghabiskan waktu selama 10 tahun. Buku tersebut secara tersirat menampilkan tragedi psikologis dan personal dari dampak akan tragedi Chernobyl, dimana peristiwa tersebut sangat mempengaruhi hidup mereka.

Svetlana Alexievich peraih penghargaan nobel sastra 2015 dengan bukunya “Voices from Chernobyl” (Dok. Istimewa)

Buku ini dapat dikatakan sebagai sejarah lisan yang dikumpulkan dari hasil wawancara Alexievich terhadap para informan sekaligus menawarkan kepada para pembaca akan ngerinya tragedi yang memakan korban sebanyak dua juta jiwa yang terkontaminasi akan dampak dari ledakan tersebut. Tentara wajib militer yang dikirim secara paksa untuk mengevakuasi korban  atau sekaligus bekerja sebagai seorang likuidator, anak-anak yang lahir cacat, terkontaminasinya tumbuhan-tumbuhan produktif, serta pemusnahan hewan ternak karena dampak radiasi menjadi salah satu gambaran yang disajikan oleh Alexievich dalam buku ini. Inilah suara-suara yang patut didengar serta menjabarkan kisah yang sangat menyayat hati. Cerita yang detil akan menyentuh hati para pembacanya, dimana Alexievich juga menghubungkan hal lain, termasuk berakhirnya komunisme dan pecahnya Uni Soviet.

Voices from Chernobyl merupakan karya yang sangat kuat dan memiliki kesan yang positif bagi para pembacanya. Kontaminasi radio aktif dan eksplorasi kehidupana warga terdampak menjadi tawaran Alexievich untuk menceritakan pemandangan akan tahun-tahun terakhir Uni Soviet dan kehidupan di Belarus. Buku yang terbit pada tahun 1997 ini memang telah dilarang edar di Belarus, karena negara tersebut juga menyerap beban radiasi yang sangat merugikan warga sekitar.

Buku tersebut menampilkan sebuah pengalaman pahit yang diramu dengan melankolia serta disampaikan lewat narasi-narasi yang kuat, dimana Voices from Chernobyl merupakan gambaran akan ketidakmampuan, kepahlawanan, dan kesedihan, dari suara-suara yang diwawancarai bergerak untuk menyentuh hati pembaca. Tragedi Chernobyl adalah tsunami Eropa yang tidak memiliki akhir sekaligus menjadi teater yang menerima konsekuensi dari dampak akan teknologi. Chernobyl juga melebihi dari restrukturisasi politik dan ekonomi Soviet. Barangkali tugas dari seorang sejarawan yang paling sulit adalah menyajikan pembaca dengan penggambaran yang nyata akan waktu dan tempat. Nah, melalui buku inilah Alexievich menyajikan dengan hal tersebut, dimana pembaca akan merasa terlibat dan merasakan jerit tangis dan kesedihan yang begitu dalam ketika tengah membacanya.

To Top