Connect with us

Festival Melupakan Mantan, Agenda Istimewa di Tahun Baper

Kawat

Festival Melupakan Mantan, Agenda Istimewa di Tahun Baper

Festival Melupakan Mantan, Agenda Istimewa di Tahun Baper

Pacar itu fana, mantan itu abadi. Nah, pada bulan ini di Jogja akan diselenggarakan Festival Melupakan Mantan (FMM 2017) yang berlangsung 11-13 Februari. Acara ini diselenggarakan khususnya bagi kalian yang belum bisa melupakan mantan, atau bagi mantan yang belum bisa menerima statusnya sebagai mantan tapi ingin berusaha menerima, memaafkan dan melupakannya.

Sebab cinta yang fana itu kadang memang mewariskan kesan manis, namun tak sedikit yang menimbulkan luka mendalam hingga sulit dihapus selama bertahun-tahun. Perlu waktu dan usaha untuk bisa menerima dan memaafkan; tak hanya pada mantan, tapi juga pada diri sendiri.

Menurut inisiator festival Seto Prayogi, “Penyelenggaraan FMM adalah untuk mengangkat dinamika perjalanan cinta anak muda, di balik layar kisah cinta seperti kegelisahan, gundah-gulanaan, kesedihan, dan kepergian (seperti yang kami angkat dalam tema tahun ini),” ujarnya.

Bagi warga Jogja, kegiatan yang bermanfaat bagi generasi anak muda akan mendapat sambutan baik dan layak untuk didukung, terlebih di tengah situasi nasional yang kurang kondusif. “Kegiatan semacam itu menghibur dan bermafaat Mas, apalagi suasana negeri sedang kelam begini, terutama kalau baca koran. Isinya pertikaian dan politik, masih pada baper sejak Pamilu yang lalu,” kata Armada, warga asal Bantul.

Dalam FMM 2017, penyelenggara mengangkat tema ” Kesah… nata gatra panguripan…” Tema ini, sebagaimana dituturkan oleh Prayogi, “dapat diartikan dalam dua makna, dalam bahasa Jawa, kesah  berarti pergi, sementara dalam Bahasa Indonesia kita mengenal kata kesah yang memiliki arti awal (terlahirnya) perasaan gelisah… Sementara kalimat nata gatra panguripan memiliki arti menata kembali warna baru untuk hidup di masa depan.”

FMM2017 terdapat serangkaian acara yaitu seperti konser akustik, photoboth, body painting, street perform, dan lain-lain. Seto berharap, “Semoga FMM2017 ini bisa menjadi media gathering yang baik bagi perjalanan muda-mudi menuju masa depan yang semakin bermanfaat.”

Continue Reading

Syahrazade.com adalah pendongeng digital, dari perspektif budaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Kawat

To Top